KPK Telusuri Aset Empat Mobil dalam Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB

INKRAH.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aset yang berkaitan dengan dugaan korupsi dana penanganan bencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hingga Jumat (23/10/2026), penyidik telah menyita empat mobil dari tersangka dan pihak terkait untuk mendukung pengungkapan perkara tersebut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, penyitaan terbaru menyasar satu unit BMW milik Richard Erlangga, tenaga ahli Kepala BNPB yang menjadi salah satu tersangka. Dengan penambahan kendaraan tersebut, jumlah mobil yang telah diamankan penyidik mencapai empat unit.
Sebelumnya, KPK menyita tiga mobil saat menggeledah rumah Bima Setiawan dan sejumlah lokasi terkait di Jakarta pada 15–19 Oktober 2026. Kendaraan yang diamankan terdiri atas satu mobil AION, satu BYD Atto 3 Superior, dan satu BMW.
“Penyidik kembali melakukan penyitaan terhadap satu unit mobil BMW dari tersangka Saudara RIC (Richard),” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
KPK akan memeriksa dan menganalisis barang bukti tersebut untuk mengetahui keterkaitannya dengan perkara yang sedang disidik. Penyidik juga mendalami keterangan para pihak guna memperkuat pembuktian.
Kasus ini mencuat setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Dalam operasi itu, petugas menangkap 15 orang. Sehari kemudian, lembaga antirasuah menetapkan lima orang sebagai tersangka.
Kelima tersangka tersebut ialah Bima Setiawan, Richard Erlangga, Gabriel Purwaka Sigit selaku pejabat pembuat komitmen sekaligus Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB, Gery Prasetiawan selaku Direktur PT Trans Lintas Selaras, serta Syifa Nrika Ghifarin dari pihak swasta.
KPK sebelumnya mengungkap dugaan persoalan dalam pengadaan barang dan jasa yang menggunakan dana siap pakai BNPB. Menurut keterangan penyidik, nilai pengadaan dari sejumlah penyedia yang diduga terafiliasi dengan Bima mencapai sekitar Rp148 miliar selama periode 2024–2026.
Selain kendaraan, penyidik juga menyita uang tunai dalam rupiah dan mata uang asing, emas, tabungan emas, serta aset kripto. Pada 16 Oktober 2026, nilai barang bukti yang diumumkan mencapai sekitar Rp5,47 miliar.
Penyidik turut menggeledah kantor BNPB dan sejumlah lokasi di Jakarta, Tangerang Selatan, serta Bekasi. KPK juga berkoordinasi dengan Pusat Polisi Militer TNI mengenai dugaan keterlibatan dua prajurit aktif dalam perkara tersebut.
Proses penyidikan masih berlangsung. KPK perlu menelusuri hubungan antara aset yang disita, dugaan penyimpangan pengadaan, dan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
(Sumber: KPK)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Komnas HAM Dorong Revisi UU Tipikor agar Korban Korupsi Bisa Pulihkan Hak
- 7 jam yang lalu
INKRAH.ID — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) agar masyarakat yang terdampak korupsi mendapat pengakuan hukum dan pemulihan hak. Selama ini, penanganan perkara korupsi dinilai lebih menitikberatkan pada pengembalian kerugian keuangan negara. Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, mengatakan korupsi tidak hanya […]
Laboratorium Sabu Produksi 1,2 Ton di Pidie Aceh Terbongkar, 11 Orang Ditangkap
- 44 menit yang lalu
INKRAH.ID – Aparat gabungan membongkar laboratorium narkotika ilegal yang beroperasi di sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Pidie, Aceh. Pengungkapan kasus yang diduga melibatkan jaringan internasional itu mengungkap barang bukti narkotika dengan total berat bruto mencapai 1,2 ton. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, laboratorium tersebut diduga dikelola dengan dukungan ahli kimia berpengalaman. Para […]
Gen Z Ubah Tren Liburan, Wisata Berbasis Pengalaman Makin Diminati
- 11 jam yang lalu
INKRAH.ID – Perjalanan wisata kini memiliki arti yang lebih luas bagi generasi muda. Bagi Generasi Z (Gen Z) dan milenial, liburan tidak cukup hanya dengan mengunjungi tempat populer, menikmati panorama, atau mengabadikan momen melalui foto. Mereka juga ingin memperoleh pengalaman baru, mengenal budaya setempat, berinteraksi dengan masyarakat, serta memahami cerita di balik destinasi yang dikunjungi. […]
Rumah Bruno Fernandes Dibobol Pencuri, Polisi Cheshire Lakukan Penyelidikan
- 12 jam yang lalu
INKRAH.ID — Nasib kurang beruntun dialami kapten Manchester United, Bruno Fernandes. Saat dirinya tengah berlaga di Italia, rumahnya di kawasan Cheshire, Inggris, justru menjadi sasaran pencurian. Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu malam (21/10/2026), beberapa waktu setelah MU dipermalukan Como 1907 dengan skor 1-4 dalam pertandingan Liga Champions. Kepolisian Cheshire telah membuka penyelidikan untuk mengungkap […]
Imigrasi Amankan 45 WNA dalam Operasi Pengawasan di Kalibata City
- 22 Oktober 2026
JAKARTA — Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengamankan 45 warga negara asing (WNA) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah menggelar operasi pengawasan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026) dini hari. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memimpin langsung operasi yang berlangsung sejak Rabu (21/10/2026) malam. Petugas menggelar kegiatan tersebut sebagai bagian dari pengawasan […]
Psikolog Ingatkan Orang Tua, Kedekatan dengan Anak Jadi Kunci Mengatur Penggunaan Media Sosial
- 11 jam yang lalu
INKRAH.ID – Membatasi penggunaan media sosial pada anak dan remaja tidak cukup hanya dengan melarang atau menyita ponsel. Orang tua perlu membangun hubungan yang terbuka dan penuh kepercayaan agar anak memahami pentingnya menggunakan media digital secara bijak. Psikolog klinis Meiri Dias Tuti, M.Psi., Psikolog, menilai komunikasi yang baik dapat menjadi pendekatan persuasif untuk membantu anak […]


Saat ini belum ada komentar