Gen Z Ubah Tren Liburan, Wisata Berbasis Pengalaman Makin Diminati

INKRAH.ID – Perjalanan wisata kini memiliki arti yang lebih luas bagi generasi muda. Bagi Generasi Z (Gen Z) dan milenial, liburan tidak cukup hanya dengan mengunjungi tempat populer, menikmati panorama, atau mengabadikan momen melalui foto. Mereka juga ingin memperoleh pengalaman baru, mengenal budaya setempat, berinteraksi dengan masyarakat, serta memahami cerita di balik destinasi yang dikunjungi.
Perubahan preferensi tersebut menjadi peluang bagi industri pariwisata Indonesia untuk menawarkan produk perjalanan yang lebih kreatif dan bermakna. Kekayaan alam, tradisi, seni, hingga kuliner daerah dapat dikemas menjadi pengalaman yang memungkinkan wisatawan terlibat langsung, bukan sekadar menjadi penonton.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menjelaskan, wisatawan muda semakin mempertimbangkan makna dari perjalanan yang mereka lakukan.
“Gen Z terutama, mereka mencari meaning, ketika berwisata itu harus ada artinya. Itu bertransformasi terhadap pengalaman yang ingin dicapai,” kata Made dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, perubahan tersebut terlihat dari cara wisatawan memaknai aktivitas perjalanan. Pendakian gunung, misalnya, tidak semata-mata berorientasi pada keberhasilan mencapai puncak. Proses perjalanan, keindahan alam, perjumpaan dengan warga, dan pengalaman budaya di sepanjang rute juga menjadi bagian penting dari kegiatan wisata.
Wisata Pengalaman Buka Peluang Baru
Kecenderungan itu sejalan dengan konsep experiential tourism, yakni pariwisata yang menitikberatkan keterlibatan langsung wisatawan dalam sebuah pengalaman. Kementerian Pariwisata mendorong pengembangannya melalui sejumlah sektor, antara lain gastronomi, kebugaran, wisata bahari, wastra, serta seni dan budaya.
Pendekatan tersebut membuka peluang bagi destinasi untuk menghadirkan kegiatan yang lebih beragam. Wisata kuliner, misalnya, dapat dilengkapi dengan pengalaman mengenal bahan pangan lokal dan proses pengolahan makanan tradisional. Sementara itu, kunjungan ke sentra kerajinan bisa dikembangkan melalui kegiatan belajar bersama perajin.
Penguatan wisata berbasis wastra juga menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan identitas daerah kepada pengunjung. Melalui program Jelajah Indonesia Wastra Nusantara pada September 2026, Kementerian Pariwisata mendorong batik, tenun, dan kain ikat sebagai sarana mengenalkan sejarah, tradisi, serta pengetahuan masyarakat yang diwariskan lintas generasi.
Pekalongan, Jawa Tengah, dapat menjadi contoh pengembangan wisata yang menghubungkan kebudayaan dengan kegiatan ekonomi. Kota ini masuk UNESCO Creative Cities Network dalam kategori Crafts and Folk Art sejak 2014. Batik tidak hanya menjadi ciri khas budaya Pekalongan, tetapi juga bagian dari kehidupan ekonomi kreatif masyarakatnya.
Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kunjungan ke sentra batik, pertemuan dengan perajin, hingga pengenalan proses pembuatan kain. Dengan demikian, wisatawan memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai nilai budaya di balik produk yang mereka temui.
Walking Tour Jadi Alternatif Menarik
Salah satu bentuk perjalanan yang berpeluang menarik minat wisatawan muda adalah walking tour atau tur berjalan kaki. Aktivitas ini memungkinkan pengunjung mengenal sebuah kawasan secara lebih dekat sembari menikmati berbagai daya tarik dalam satu perjalanan.
Ni Made Ayu Marthini menilai, konsep tersebut dapat dipadukan dengan wisata seni, budaya, wastra, kuliner, hingga potensi kelautan. Kreativitas dalam menyusun rute dan pengalaman menjadi faktor penting untuk menghadirkan perjalanan yang berbeda dari wisata konvensional.
Selain menawarkan pengalaman yang lebih personal, tur berjalan kaki juga berpotensi mengarahkan wisatawan ke kawasan yang belum banyak dikunjungi. Jika dirancang dengan baik, kegiatan ini dapat memperluas persebaran manfaat ekonomi pariwisata kepada pelaku usaha kecil, pemandu lokal, perajin, dan masyarakat setempat.
Namun, kekayaan alam dan budaya saja belum cukup untuk menciptakan produk wisata yang menarik. Diperlukan riset untuk menggali cerita, tokoh, tradisi, dan nilai yang membuat sebuah tempat memiliki keunikan tersendiri.
CEO Werkudara Group Fadli Fahmi Ali menekankan pentingnya merangkai berbagai unsur tersebut menjadi nilai yang utuh. Menurut dia, pengembangan produk wisata perlu memperhatikan beragam lapisan makna, mulai dari objek yang dikunjungi hingga orang dan tradisi yang berkaitan dengannya.
“Value itu terdiri dari beberapa macam layer. Jadi, kita harus mendesain berbagai macam layer untuk bisa menjadi suatu nilai dari suatu aset, dari objeknya, personnya, tradition-nya, dan sebagainya,” ujar Fadli.
Pengalaman Bermakna Perlu Didukung Pengelolaan yang Baik
Tren wisata berbasis pengalaman memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat daya tarik destinasi melalui pendekatan yang lebih berorientasi pada kualitas kunjungan. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga memperoleh pengetahuan, menjalin interaksi, dan membawa pulang cerita dari perjalanan mereka.
Agar potensi tersebut berkembang, pelaku industri pariwisata perlu melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan. Ketersediaan pemandu yang memahami sejarah daerah, akses yang memadai, kebersihan lingkungan, serta perlindungan terhadap tradisi setempat juga menjadi unsur penting.
Pengembangan destinasi yang tersebar di berbagai wilayah dapat menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan pada lokasi wisata yang sudah padat. Pada saat yang sama, pendekatan ini membuka kesempatan bagi daerah lain untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budayanya kepada pengunjung.
Pada akhirnya, masa depan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh seberapa indah sebuah destinasi, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan pengalaman yang autentik dan berkesan. Ketika wisatawan dapat memahami cerita sebuah tempat sekaligus merasakan keterlibatan dengan masyarakatnya, perjalanan liburan berpeluang memberikan manfaat lebih besar, baik bagi pengunjung maupun daerah yang mereka datangi.
(Sumber: Kementerian Pariwisata)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Imigrasi Amankan 45 WNA dalam Operasi Pengawasan di Kalibata City
- 22 Oktober 2026
JAKARTA — Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengamankan 45 warga negara asing (WNA) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah menggelar operasi pengawasan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026) dini hari. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memimpin langsung operasi yang berlangsung sejak Rabu (21/10/2026) malam. Petugas menggelar kegiatan tersebut sebagai bagian dari pengawasan […]
Rumah Bruno Fernandes Dibobol Pencuri, Polisi Cheshire Lakukan Penyelidikan
- 23 Oktober 2026
INKRAH.ID — Nasib kurang beruntun dialami kapten Manchester United, Bruno Fernandes. Saat dirinya tengah berlaga di Italia, rumahnya di kawasan Cheshire, Inggris, justru menjadi sasaran pencurian. Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu malam (21/10/2026), beberapa waktu setelah MU dipermalukan Como 1907 dengan skor 1-4 dalam pertandingan Liga Champions. Kepolisian Cheshire telah membuka penyelidikan untuk mengungkap […]
Komnas HAM Dorong Revisi UU Tipikor agar Korban Korupsi Bisa Pulihkan Hak
- 23 Oktober 2026
INKRAH.ID — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) agar masyarakat yang terdampak korupsi mendapat pengakuan hukum dan pemulihan hak. Selama ini, penanganan perkara korupsi dinilai lebih menitikberatkan pada pengembalian kerugian keuangan negara. Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, mengatakan korupsi tidak hanya […]
Psikolog Ingatkan Orang Tua, Kedekatan dengan Anak Jadi Kunci Mengatur Penggunaan Media Sosial
- 23 Oktober 2026
INKRAH.ID – Membatasi penggunaan media sosial pada anak dan remaja tidak cukup hanya dengan melarang atau menyita ponsel. Orang tua perlu membangun hubungan yang terbuka dan penuh kepercayaan agar anak memahami pentingnya menggunakan media digital secara bijak. Psikolog klinis Meiri Dias Tuti, M.Psi., Psikolog, menilai komunikasi yang baik dapat menjadi pendekatan persuasif untuk membantu anak […]
Laboratorium Sabu Produksi 1,2 Ton di Pidie Aceh Terbongkar, 11 Orang Ditangkap
- 19 jam yang lalu
INKRAH.ID – Aparat gabungan membongkar laboratorium narkotika ilegal yang beroperasi di sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Pidie, Aceh. Pengungkapan kasus yang diduga melibatkan jaringan internasional itu mengungkap barang bukti narkotika dengan total berat bruto mencapai 1,2 ton. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, laboratorium tersebut diduga dikelola dengan dukungan ahli kimia berpengalaman. Para […]
KPK Telusuri Aset Empat Mobil dalam Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB
- 19 jam yang lalu
INKRAH.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aset yang berkaitan dengan dugaan korupsi dana penanganan bencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hingga Jumat (23/10/2026), penyidik telah menyita empat mobil dari tersangka dan pihak terkait untuk mendukung pengungkapan perkara tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, penyitaan terbaru menyasar satu unit BMW milik Richard […]


Saat ini belum ada komentar