Beranda » Healthy » Psikolog Ingatkan Orang Tua, Kedekatan dengan Anak Jadi Kunci Mengatur Penggunaan Media Sosial

Psikolog Ingatkan Orang Tua, Kedekatan dengan Anak Jadi Kunci Mengatur Penggunaan Media Sosial

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INKRAH.ID – Membatasi penggunaan media sosial pada anak dan remaja tidak cukup hanya dengan melarang atau menyita ponsel. Orang tua perlu membangun hubungan yang terbuka dan penuh kepercayaan agar anak memahami pentingnya menggunakan media digital secara bijak.

Psikolog klinis Meiri Dias Tuti, M.Psi., Psikolog, menilai komunikasi yang baik dapat menjadi pendekatan persuasif untuk membantu anak mengurangi penggunaan media sosial yang berlebihan sekaligus menghindari konten yang tidak sesuai dengan usianya.

“Bangun koneksi agar bisa bicara baik-baik untuk tidak boleh menghabiskan waktu main medsos, konten negatif dan pornoaksi,” ujar Meiri saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Menurut Meiri, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada larangan, tetapi juga menyediakan alternatif kegiatan yang menarik bagi anak. Olahraga, aktivitas kreatif, kegiatan sosial, maupun hobi yang sesuai dengan minat dapat membantu anak mengisi waktu tanpa terus-menerus bergantung pada gawai.

Komunikasi Keluarga Perlu Dibangun Sejak Dini

Keterbatasan akses ke media sosial bukan berarti anak akan kehilangan kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya. Hubungan sosial tetap dapat dikembangkan melalui pertemuan langsung, kegiatan bersama, dan komunikasi yang terjalin di lingkungan keluarga.

Orang tua dapat memulainya dengan membiasakan percakapan sehari-hari. Membahas berita yang sedang ramai, mendengarkan pengalaman anak di sekolah, serta memberi ruang bagi mereka untuk menyampaikan pendapat merupakan cara sederhana untuk menjaga kedekatan emosional.

Meiri juga menyarankan adanya aturan yang jelas mengenai penggunaan perangkat digital. Untuk anak usia sekolah dasar, orang tua perlu mempertimbangkan secara matang apakah anak memang sudah membutuhkan gawai sendiri. Sementara bagi remaja, penggunaan perangkat perlu disertai kesepakatan mengenai batas waktu dan tanggung jawab.

Ia turut menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital anak, termasuk konten yang mereka akses dan akun yang digunakan.

Waspadai Perubahan Perilaku Anak

Selain membangun komunikasi, orang tua perlu memperhatikan perubahan sikap yang muncul dalam keseharian anak. Emosi negatif yang semakin sering, perilaku agresif, atau perubahan sikap secara drastis dari kebiasaan sebelumnya dapat menjadi sinyal bahwa anak sedang mengalami tekanan psikologis.

Perubahan tersebut tidak selalu disebabkan oleh media sosial. Namun, jika terjadi bersamaan dengan penggunaan gawai yang berlebihan atau pengalaman negatif di dunia digital, orang tua perlu mencari tahu penyebabnya melalui percakapan yang tenang dan tidak menghakimi.

Meiri berpandangan, kepedulian orang tua menjadi faktor penting dalam membantu anak memahami alasan di balik pembatasan penggunaan media sosial. Ketika anak merasa didengar dan dipahami, aturan keluarga berpeluang lebih mudah diterima.

Ia juga mengingatkan bahwa orang tua perlu mengetahui ketentuan usia minimum pada platform media sosial yang digunakan anak. Pendampingan sebaiknya disesuaikan dengan usia, tingkat kematangan, serta kemampuan anak dalam menghadapi risiko di ruang digital.

Kesehatan Mental Anak di Tengah Perkembangan Teknologi

Perhatian terhadap penggunaan media sosial semakin penting seiring meluasnya pemanfaatan internet dan ponsel pintar di kalangan generasi muda.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang cepat membuat perangkat digital dan media sosial semakin melekat dalam kehidupan anak serta remaja.

Data yang disampaikan Kementerian Kesehatan hingga Oktober 2026 menunjukkan bahwa dari sekitar 71 juta penduduk yang menjalani pemeriksaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), lebih dari 380 ribu anak terindikasi mengalami depresi dan hampir 380 ribu anak terindikasi mengalami kecemasan.

Temuan tersebut menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak. Meski demikian, indikasi dari pemeriksaan bukanlah diagnosis klinis dan tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan penggunaan media sosial semata.

Karena itu, upaya menjaga kesehatan psikologis anak perlu dilakukan secara menyeluruh. Keluarga dapat berperan melalui komunikasi yang hangat, aturan digital yang konsisten, kegiatan di luar layar, serta kepekaan terhadap perubahan kondisi emosional anak.

Pada akhirnya, pendampingan yang efektif bukan sekadar mengurangi waktu anak menatap layar. Yang tidak kalah penting adalah membantu mereka mengembangkan kemampuan mengendalikan diri, memahami risiko di internet, dan membangun hubungan sosial yang sehat di dunia nyata.

(Sumber: Antara, Kementerian Kesehatan)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

Gen Z Ubah Tren Liburan, Wisata Berbasis Pengalaman Makin Diminati

Gen Z Ubah Tren Liburan, Wisata Berbasis Pengalaman Makin Diminati

  • 23 Oktober 2026

INKRAH.ID – Perjalanan wisata kini memiliki arti yang lebih luas bagi generasi muda. Bagi Generasi Z (Gen Z) dan milenial, liburan tidak cukup hanya dengan mengunjungi tempat populer, menikmati panorama, atau mengabadikan momen melalui foto. Mereka juga ingin memperoleh pengalaman baru, mengenal budaya setempat, berinteraksi dengan masyarakat, serta memahami cerita di balik destinasi yang dikunjungi. […]

Imigrasi Amankan 45 WNA dalam Operasi Pengawasan di Kalibata City

Imigrasi Amankan 45 WNA dalam Operasi Pengawasan di Kalibata City

  • 22 Oktober 2026

JAKARTA — Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengamankan 45 warga negara asing (WNA) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah menggelar operasi pengawasan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026) dini hari. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memimpin langsung operasi yang berlangsung sejak Rabu (21/10/2026) malam. Petugas menggelar kegiatan tersebut sebagai bagian dari pengawasan […]

Rumah Bruno Fernandes Dibobol Pencuri, Polisi Cheshire Lakukan Penyelidikan

Rumah Bruno Fernandes Dibobol Pencuri, Polisi Cheshire Lakukan Penyelidikan

  • 23 Oktober 2026

INKRAH.ID — Nasib kurang beruntun dialami kapten Manchester United, Bruno Fernandes. Saat dirinya tengah berlaga di Italia, rumahnya di kawasan Cheshire, Inggris, justru menjadi sasaran pencurian. Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu malam (21/10/2026), beberapa waktu setelah MU dipermalukan Como 1907 dengan skor 1-4 dalam pertandingan Liga Champions. Kepolisian Cheshire telah membuka penyelidikan untuk mengungkap […]

Laboratorium Sabu Produksi 1,2 Ton di Pidie Aceh Terbongkar, 11 Orang Ditangkap

Laboratorium Sabu Produksi 1,2 Ton di Pidie Aceh Terbongkar, 11 Orang Ditangkap

  • 19 jam yang lalu

INKRAH.ID – Aparat gabungan membongkar laboratorium narkotika ilegal yang beroperasi di sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Pidie, Aceh. Pengungkapan kasus yang diduga melibatkan jaringan internasional itu mengungkap barang bukti narkotika dengan total berat bruto mencapai 1,2 ton. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, laboratorium tersebut diduga dikelola dengan dukungan ahli kimia berpengalaman. Para […]

Komnas HAM Dorong Revisi UU Tipikor agar Korban Korupsi Bisa Pulihkan Hak

Komnas HAM Dorong Revisi UU Tipikor agar Korban Korupsi Bisa Pulihkan Hak

  • 23 Oktober 2026

INKRAH.ID — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) agar masyarakat yang terdampak korupsi mendapat pengakuan hukum dan pemulihan hak. Selama ini, penanganan perkara korupsi dinilai lebih menitikberatkan pada pengembalian kerugian keuangan negara. Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, mengatakan korupsi tidak hanya […]

KPK Telusuri Aset Empat Mobil dalam Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB

KPK Telusuri Aset Empat Mobil dalam Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB

  • 19 jam yang lalu

INKRAH.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aset yang berkaitan dengan dugaan korupsi dana penanganan bencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hingga Jumat (23/10/2026), penyidik telah menyita empat mobil dari tersangka dan pihak terkait untuk mendukung pengungkapan perkara tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, penyitaan terbaru menyasar satu unit BMW milik Richard […]